Menggunakan Firefox OS Simulator untuk Mencoba Firefox OS

Tulisan ini disadur dari laman dokumentasi Simulator Firefox OS, yang menyajikan informasi tatacara menggunakan simulator Firefox OS. Sebagaimana disebutkan pada artikel sebelumnya Firefox OS Simulator, Add-on Firefox untuk Mencoba Firefox OS, simulator Firefox OS bisa digunakan sebagai tool untuk mencoba lingkungan Firefox OS. Bentuk aplikasinya yang berupa add-on browser Mozilla Firefox, membutuhkan browser Mozilla Firefox yang terinstal dalam komputer.

Instalasi Simulator Firefox OS

Langkah pertama sebelum bisa menggunakan Simulator ini, adalah memasang Firefox OS Simulator pada browser Mozilla Firefox.

Dashboard Firefox OS Simulator yang masih kosong

Dashboard Firefox OS Simulator yang masih kosong

  1. Gunakan Firefox untuk mengakses alamat url Firefox OS Simulator sehingga bisa didownload. Jika browser Firefox-nya dipasang pada komputer Windows, akses alamat https://ftp.mozilla.org/pub/mozilla.org/labs/r2d2b2g/r2d2b2g-windows.xpi.
  2. Setelah muncul lamannya, klik tombol Add to Firefox.
  3. Tunggu hingga proses download selesai. Jika proses download selesai, akan muncul kotak dialog. Klik saja tombol Install Now. Karena ukuran add-on ini lumayan besar, dalam proses instalasinya akan membutuhkan waktu agak lama. Setelah selesai proses instalasi, halaman Dashboard Firefox OS Simulator bisa diakses dengan menggunakan menu Firefox | web Developer | Firefox OS Simulator. Halaman Dashboard digunakan untuk mengelola aplikasi yang ada dalam Firefox OS serta menjalankan atau memberhentikan Firefox OS Simulator.

Mengelola Aplikasi pada Simulator

Lalu, bagaimana cara menambahkan ke dan membuang aplikasi dari Firefox OS Simulator?

  1. Untuk menambahkan aplikasi ke dalam Simulator, gunakan tombol ‘Add Directory’ dari dalam Dashboard, kemudian pilih file manifest dari aplikasi yang ingin ditambahkan. Jika aplikasi yang mau ditambahkannya berada di internet, masukkan alamat URL aplikasinya pada kotak isian ‘URL for page or manifest.webapp’, kemudian klik tombol ‘Add URL’. Jika alamat URL point menemukan manifest-nya, manifest tersebut akan digunakan. Sementara jika tidak ditemukan, Dashboard akan membuatkan manifest untuk URL tersebut: sehingga jika ingin agar suatu website dianggap sebagai aplikasi, tinggal memasukkan alamat URL-nya. Dan ketika aplikasi ditambahkan, Dashboard akan menjalankan serangkaian pengujian terhadap file manifest-nya, memeriksa masalah biasa yang terjadi. Jika pemeriksaan file manifest ini tidak menemukan error, Dashboard secara otomatis akan menjalankannya pada Simulator.
  2. Mengelola Aplikasi. Ketika sebuah aplikasi berhasil ditambahkan, aplikasi tersebut akan muncul di dalam daftar aplikasi yang terinstal. Tiap daftar aplikasi akan menampilkan informasi mengenai aplikasi yang diinstal tersebut:
  • Nama aplikasinya yang diambil dari manifest
  • Jenisnya, yang merupakan salah satu dari piliha berikut: “Packaged”, “Hosted”, atau “Generated”
  • Link ke file manifest-nya
  • Hasil pemerikaan manifest aplikasi
Tampilan Dashboard dengan sebuah aplikasi yang sudah ditambahkan

Tampilan Dashboard dengan sebuah aplikasi yang sudah ditambahkan

Ditambah dengan beberapa tombol yang mewakili perintah untuk mengelola aplikasi:

  • Remove: digunakan untuk membuang aplikasi dari Simulator atau Dashboard. Aksi pembuang aplikasi ini bisa dibatalkan (aplikasi bisa dikembalikan) selama Dashboard tidak ditutup.
  • Update (Refresh): digunakan untuk memperbarui aplikasi pada Simulator setelah dilakukan perubahan pada aplikasinya. Aksi ini akan memeriksa kembali file manifest aplikasinya. Jika terjadi perubahan pada aplikasi sudah diinstal, untuk melihat perubahannya, aplikasi harus di-update dulu kemudian Simulator di-restart.
  • Run (Connect): untuk menjalankan aplikasi pada Simulator.
  • Jika terdapat handset berbasis Firefox OS yang tersambung ke komputer, akan muncul tombol tambahan ‘Push to device’.

Validasi Manifest

Ketika file manifest dimasukkan, Manager akan menjalankan pengujian validasi. Hasilnya ada tiga kategori masalah yang mungkin terjadi:

  1. manifest errors: masalah yang akan menyebabkan aplikasi tidak bisa dijalankan. Error manifest ini biasanya berkaitan dengan dengan permasalahan tidak dimasukkannya nama aplikasi, format file manifest-nya tidak dalam bentuk JSON yang benar atau jika aplikasi yang disimpan di internet tapi jenis file manifestnya tidak bisa diakses (tidak diijinkan untuk diakses).
  2. manifest warnings: masalah yang menyebabkan aplikasi berjalan dengan tidak normal. Peringatan yang biasa terjadi karena ikon aplikasinya tidak tersedia atau jikapun tersedia, ukurannya kurang dari 128 piksel. Selain itu, bisa juga dikarenakan field jenis-nya tidak dikenali, manifest meminta ijin yang tidak dikenali, ditolak atau meminta ijin akses yang tidak tentu.
  3. simulator-specific warnings: fitur aplikasi yang dimasukkan tidak didukung oleh Simulator. Peringatan yang tergantung Simulatornya, biasanya jika field jenisnya ‘certified’, namun Simulator tidak mendukung sepenuhnya aplikasi certified tersebut. Atau dikarenakan permintaan ijin manifest untuk menggunakan API yang belum didukung oleh Simulator.

Menjalankan Simulator

Ada dua cara berbeda untuk menjalankan Simulator Firefox OS ini:

  1. Jika ingin menjalan aplikasi yang barusan ditambahkan ke Dashboard secara otomatis di Simulator, gunakan tombol Run (Connect) yang berada di samping aplikasi yang dimaksud.
  2. Dengan mengklik tombol ‘Stopped’ yang terletak di sebelah kiri Dashboard, kemudian Simulator akan dijalankan dan masuk ke layar Home. Dari layar Home ini, bisa mengakses apapun yang ada di Simulator seperti menjalankan aplikasi yang sudah terinstal secara default. Tombol ‘Stopped’ di Dashboard akan berubah menjadi ‘Running’ yang menandakan Simulator sedang dijalankan. Untuk mematikan Simulator, klik kembali tombol tersebut.

Tampilan Simulator berupa window yang terpisah dari Dashboard. Ukuran window-nya menirukan ukuran layar handphone dengan ukuran 320×480 piksel, dilengkapi dengan toolbar di bawahnya disertai dengan fitur-fitur tambahan.

Tampilan window Simulator ketika menampilan layar Home dan ketika menjalankan aplikasi

Tampilan window Simulator ketika menampilan layar Home dan ketika menjalankan aplikasi

Sebagai simulasi terhadap sentuhan di layar, gunakan klik mouse dan klik-tahan-geser. Untuk mengakses daftar aplikasi yang sudah terinstal di Simulator, geser layar ke kiri dari layar Home.

Toolbar Simulator

Ada tiga buah tombol yang terdapat di bawah layar Simulator. Tombol paling kiri adalah tombol Home, kemudian tombol simulasi Putar, dan tombol simulasi Geolokasi (Geolocation). Tombol Home digunakan untuk mengembalikan tampilan ke layar Home. Sementara tombol simulasi Putar (Rotation) digunakan untuk mengubah tampilan layar menjadi memanjang ke atas (portrait) atau memanjang ke samping (landscape). Tombol ini akan menghasilkan event deviceorientation. Tombol yang satu lagi, simulasi Geolokasi akan memicu kotak dialog yang meminta persetujuan untuk berbagi lokasi geografis, baik menggunakan koordinat lokasi saat itu berada ataupun menggunakan koordinat yang dimasukkan.

Mengaktifkan Konsol

Untuk mengaktifkan kotak ‘Console’, gunakan ceklis Console yang terletak ti bawah tombol ‘Stopped/Running’. Konsol bisa digunakan untuk melihat proses apa saja yang sedang dan telah terjadi pada Dashboard/Simulator.

Memasukkan Tool Developer

Tool bagi pengembang (developer) bisa dimasukkan ke Simulator untuk membantu dalam men-debug aplikasi. Untuk sementara, yang bisa dimasukkan hanya JavaScript Debugger dan Web Console. Ketika Simulator dijalankan, ada tombol tambahan yang muncul di bawah ceklis ‘Console’, dengan tulisan ‘Connect…’. Klik tombol ini untuk memunculkan halaman baru dan kemudian klik ‘Connect’ untuk melihat halaman JavaScript Debugger. Untuk menggunakannya pilih ‘chrome://prosthesis/content/shell.xul’. Ketika dijalankan, carilah script-script aplikasi pada bidang script chooser. Tapi jika aplikasinya sedang dibuka dan kemudian terhubung dengan debugger, otomatis script aplikasinya terpilih secara default.

Untuk menggunakan Web Console untuk aplikasi yang dibuat, pilih ‘Main Process’ pada window ‘Connect to remote device’.

Untuk selengkapnya, bisa langsung mengungjungi alamat Dokumentasi Firefox OS Simulator.

(Sumber tulisan tech4mobile.info)

Firefox OS Simulator, Add-on Firefox untuk Mencoba Firefox OS

Untuk mendukung pengembangan dan mencoba environment Firefox OS beserta aplikasi yang berjalan di atasnya, Mozilla meluncurkan aplikasi simulator untuk Firefox OS (Firefox OS Simulator). Simulator ini bisa digunakan untuk mencoba aplikasi yang berjalan di atas Firefox OS dengan tampilan layaknya telepon genggam. Aplikasi Firefox OS Simulator tidak berupa aplikasi mandiri yang berdiri sendiri, tapi berupa aplikasi tambahan (add-on) dari browser Mozilla Firefox. Jadi untuk mendapatkannya harus memasang dulu browser Mozilla Firefox OS di dalma komputer (baik Windows, Linux maupun Macintosh), kemudian memasang Add-on Firefox OS Simulator. Terakhir, versi Firefox OS Simulator terbaru sudah mencapai versi 3.0.1.

Menurut informasi yang disediakan oleh Mozilla, Firefox OS Simulator ini masih dalam proses pengembangan dan tidak sepenuhnya berjalan dengan normal sebagaimana Firefox OS yang berjalan di dalam telepon genggam. Untuk itu di dalam menjalankan Firefox OS Simulator ini ada kemungkinan akan ditemukan bug. Jika menemukan bug di dalamnya, bisa mengirimkannya ke GitHub.

Walau masih dalam pengembangan, Firefox OS Simulator bisa digunakan untuk mencoba dan men-debug aplikasi yang sedang dicoba dijalankan. Siklus code-test-debug lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan perangkat telepon genggam yang memakai Firefox OS secara langsung. Dan tentunya, dengan menggunakan Firefox OS Simulator, tidak dibutuhkan perangkat yang nyata.

Singkatnya, Firefox OS Simulator terdiri atas dua tool, yaitu:

Simulator: ini merupakan klien desktop dari Firefox OS, yang merupakan layer teratas dari Firefox OS yang berjalan di komputer. Simulator juga menyertakan beberapa fitur emulasi tambahan yang tidak ada pada Firefox OS desktop standar.

Dashboard: merupakan tool yang dimunculkan oleh browser Firefox untuk memulai dan mengakhiri Simulator. Termasuk juga untuk memasang dan membuang aplikasi yang berjalan dalam Firefox OS serta untuk men-debug aplikasi dalam Simulator. Dashboard juga membantu memindahkan aplikasi ke perangkat nyata dan memeriksa manifes aplikasi yang bermasalah.

Simulator Firefox OS

Simulator Firefox OS

Gambar memperlihatkan bagaimana antarmuka Firefox OS Simulator yang sedang dijalankan. Dashboard terlihat di sebelah kanan atas, berjalan di dalam browser Firefox. Di dalamnya terdapat sebuah aplikasi  dengan nama “Where am I?”. Di sebalah kiri atas adalah tampilan Simulator-nya. Keduanya tersambung dengan debugging tool yang terletak di bawah gambar.

Untuk mendapatkan Firefox OS Simulator ini, tinggal masuk ke browser Mozilla Firefox dan masukkan url https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/firefox-os-simulator/. Kemudian klik tombol Add to Firefox. Download dan kemudian pasang di Firefox. Untuk mengakses Firefox OS Simulator bisa menggunakan menu Web Developer > Firefox OS Simulator.

(Sumber tulisan tech4mobile.info gambar: Firefox OS Simulator)

Komponen Penyusun Komputer Pribadi (PC)

Untuk saat ini, komputer bukan lagi barang mewah. Karena komputer sudah menjadi kebutuhan yang sangat membantu dalam kegiatan manusia. Mulai dari ngetik, bermain game, browsing internet sampai dengan pekerjaan yang khusus yang menggunakan komputer misalnya komputasi data.

Untuk lebih mengenal komputer khususnya komputer pribadi, maka ada baik mengenal terlebih dahulu komponen-komponen yang menyusun sebuah komputer PC, khususnya komponen yang disebut dengan perangkat keras atau hardware. Sebagaimana disebutkan dalam tulisan sebelumnya, pada dasarnya hardware komputer itu tersusun atas tiga jenis komponen, yaitu komponen Input, Prosesor dan Output. Dengan demikian, komponen-komponen penyusun komputer PC juga tidak akan lepas dari ketiga jenis komponen tersebut.  Hanya saja nama-nama komponen penyusunnya berbeda-beda.

Berbagai bentuk komputer pribadi (PC)

Berbagai bentuk komputer pribadi (PC)

Komponen Input merupakan komponen yang berfungsi sebagai masukkan atau divais yang menjadi alur masukan ke komponen prosesor. Sementara komponen Prosesor merupakan komponen yang berperan untuk menangkap data masukan dari komponen input dan mengolah data tersebut berdasarkan program khusus. Dan komponen output adalah komponen yang berfungsi sebagai keluaran atau menampilkan data hasil data masukan yang sudah diproses atau diolah sehingga akan berguna bagi manusia sebagai penggunanya atau yang membutuhkan data keluaran tersebut.

Komponen komputer yang termasuk pada komponen Input adalah:

  1. Keyboard, merupakan komponen yang berfungsi untuk memberikan masukan berupa data-data alfanumerik dan data ASCII lainnya.
  2. Mouse. merupakan komponen yang sangat berfungsi dalam komputer yang menggunakan sistem operasi berbasis GUI, dimana dalam pengopersiannya akan berhubungan dengan pointer yang ada di layar monitor yang befungsi untuk mempercepat atau mempermudah dalam pengoperasian perintah-perintah program dalam komputer.
  3. Trackpad, Trackball, sama dengan mouse. Yang membedakannya adalah bentuknya.
  4. Pen, digunakan sebagai pengganti pionter mouse. Biasanya digunakan pada komputer yang memiliki layar sentuh. Untuk memerikan perintah tertentu, tidak lagi menggunakan mouse, tapi tinggal menyentuhkan pen ke GUI di layar sentuh.
  5. Microphone, komponen masukan yang memberikan data masukan berupa data suara.
  6. Scanner, digunakan untuk memindai gambar yang akan dimasukkan ke dalam sistem komputer menjadi berbentuk digital.

Komponen komputer yang termasuk pada komponen Output adalah:

  1. Monitor, komponen yang menampilkan proses atau apa yang sedang dikerjakan oleh komputer. Termasuk menampilkan data hasil pengolahan.
  2. Printer, untuk menampilkan atau mencetak data dari komputer.
  3. Plotter, sama dengan printer. Yang membedakannya adalah kemampuan pencetakan datanya.
  4. Speaker atau Buzzer. Untuk menyampaikan informasi atau data hasil pengolahan dalam bentuk gelombang suara.

Komponen komputer yang termasuk pada komponen Pemroses adalah Prosesor beserta dengan perangkat pendukungnya:

  1. Prosesor, merupakan komponen utama pemrosesan data. Di dalam komponen ini seluruh data diproses berdasarkan program yang dijalankan.
  2. Motherboard, merupakan komponen yang menjadi tempat semua komponen berhubungan. Semua komponen mulai dari input, prosesor hingga output, berhubungan melalui komponen ini.
  3. Hard Disk, merupakan komponen yang berfungsi untuk menyimpan data dan program yang diperlukan oleh seluruh komponen (komputer). Komponen lainnya yang fungsinya sama dengan hard disk adalah Disk Drive (CD, DVD), Floppy-Drive.
  4. Memori (RAM), merupakan tempat penyimpanan data dan program yang sifatnya sementara yang digunakan untuk mempercepat proses dari kerja prosesor.
  5. Komponen Perantara antara Prosesor dengan Input dan Output. Komponen ini umumnya berbentuk komponen tambahan berupa kartu atau Slot/Port:
    • Kartu VGA, merupakan perantara antara Prosesor (dan komponen pendukungnya) dengan layar penampil (monitor).
    • Kartu Audio, merupakan perantara antara Prosesor (dan komponen pendukungnya) dengan speaker.
    • Kartu Firewire, merupakan perantara antara Prosesor (dan komponen pendukungnya) dengan komponen input berkecepatan tinggi seperti kamera video.
    • Kartu TV Tuner, merupakan perantara antara Prosesor (dan komponen pendukungnya) dengan komponen input untuk menerima siaran televisi.
    • Kartu Capture, merupakan perantara antara Prosesor (dan komponen pendukungnya) dengan komponen input yang digunakan untuk menangkap aliran video analog.

(Sumber tulisan: http://ciburuan.wordpress.com/)

Hidup untuk Memilih

Tiada hidup tanpa pilihan. Dan hidup adalah untuk memilih.

Sejak kejadian manusia, pilihan itu sudah ada. Dan sudah nyata terbukti pilihan-pilihan yang dipilihnya. Begitulah pilihan yang mereka pilih. Pilihan memang harus dipilih, tergantung mana yang mau dipilih. Tidak memilih apa yang dipilih juga merupakan pilihan. Namun demikian, yang namanya pilihan umumnya menuntut kita untuk memilih salah satu dari pilihan yang ada. Tidak bisa tidak, kita harus memutuskan mana yang akan kita pilih.

Hidup untuk memilih

Hidup untuk memilih

Sejarah membuktikan, bagaimana ketika penciptaan manusia dan makhluk lainnya, dibutuhkan keputusan untuk menentukan pilihan. Ketika para Malaikat mendengar Allah akan menciptakan Kholifah yang akan mengurusi dunia, mereka dihadapkan pada dua pilihan menyetujuinya atau menentangnya. Lihat saja apa kata mereka,

“Mengapa Engkau hendak menjadikan (Khalifah) di bumi yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah”, (Q.S. Al Baqarah: 30)

Namun demikian, yang namanya Malaikat yang diciptakan hanya dan hanya untuk mengabdi kepada Allah, mereka menurut saja apa yang dikehendaki oleh Sang Penciptanya. Dan pilihan untuk memilih ketaatan kepada Allah dibuktikan ketika Allah memerintahkan seluruh makhluk-Nya untuk memberikan penghormatan (sujud) kepada Adam (manusia pertama yang diciptakan Allah sebagai Kholifah di muka bumi), mereka (para Malaikat) memutuskan untuk bersujud kepada Adam. Sebagaimana dilihat pada ayat

“Dan ingatlah ketika kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (Q.S. Al-Baqarah: 34).

Sementara makhluk Allah yang bernama Iblis, memutuskan untuk memilih jalan menentang perintah Allah.

Kedua pilihan ini merupakan cerminan kehidupan manusia. Bahwa manusia akan dihadapkan pada dua pilihan. Pilihan yang memang harus diputuskan memilih pilihan yang mana. Setiap pilihan memiliki resiko sendiri-sendiri. Sebagaimana Iblis yang memilih jalan untuk menentang perintah Allah. Dia memilih itu bukan tanpa pertimbangan, bukan karena tidak tahu resiko apa yang akan dialaminya. Karena setiap pilihan memiliki akibat atau resiko masing-masing.

Keduanya (tunduk patuh atau membangkang) merupakan pilihan. Pilihan yang akan ada terus sampai akhir masa.

(Sumber tulisan Kampung Ciburuan, gambar buhoriblog)

Manusia yang Berharap

Harapan dan harapan, sangat diharapkan oleh manusia. Kadang harapan tinggal harapan, karena kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Harapan kadang menjadi kenyataan. Apapun itu, harapan tetap ada dalam diri manusia. Harapan yang bisa berarti doa dalam hati, harapan yang berarti permintaan dan permohonan, harapan yang berarti keinginan yang timbul, harapan yang berarti sesuatu yang harus dipenuhi.

Harapan…, begitulah harapan.

Harapan…

Harapan…

Setiap manusia memiliki harapan masing-masing. Hanya kadang ada perbedaan ke mana harapan itu digantungkan. Ada harapan yang digantungkan kepada Yang Maha Pemberi Harapan, namun ada juga harapan yang digantungkan kepada sesama makhluk yang diciptakan oleh Yang Maha Pemberi Harapan, baik kepada makhluknya yang terlihat maupun yang tidak terlihat.

Besarnya harapan juga berbeda-beda. Ada harapan yang sangat menggebu-gebu, harapan yang sangat diharapkan terwujud. Ada juga harapan yang sekedar harapan, mau terlaksana atau tidak itu bukan lagi urusannya. Ada juga harapan yang tidak memiliki harapan, sebagaimana air mengalir, itulah harapannya.

Bagaimana jenis harapannya juga, berbeda-beda. Ada harapan untuk kebaikan, baik bagi dirinya maupun bagi sesamanya. Namun, di sisi lain ada juga harapan yang diharapkan menjadi kenyataan hanya untuk kejelekan, baik kejelekan dirinya atau kejelekan sesamanya.

Apapun harapannya, harapan akan tetap ada dalam diri manusia.

(Sumber tulisan: http://ciburuan.wordpress.com/ sumber gambar: http://dark.pozadia.org/)

Awalnya, Android Dirancang untuk Kamera

Siapa sangka, ternyata pada awalnya Android yang sekarang menguasai 70% pasar smartphone (telepon pintar) dirancang untuk mengoperasikan kamera bukan telepon genggam. Demikian yang dikatakan oleh Andy Rubin selaku co-founder Android yang kemudian menjadi eksekutif di Google yang menangani pengembangan Android. Sebelum diakuisisi oleh Google, perusahaan Android, Inc. yang dipimpin oleh Andy Rubin mengembangkan platform untuk menyambungkan kamera dengan komputer sehingga kamera bisa menyimpan hasilnya di penyimpanan online (Android Datacenter).

Android dalam kamera Nicon

Android dalam kamera Nicon

Ketika Google mengakuisisi Android, Inc. pada tahun 2005, rencana mengembangkan platform untuk kamera ini berubah haluan. Google menginginkan pengembangan Android untuk pasar smartphone (telepon pintar). Ini dikarenakan perkembangan kamera sangat lambat. Sementara perkembangan telepon pintar mulai meningkat seiring dengan penurunan harga hardwarenya. Selain itu, dengan berkembangnya telepon pintar juga yang sudah mulai biasa dilengkapi dengan kamera, akan menekan perkembangan kamera itu sendiri. Perubahan arah untuk menggarap sistem operasi telepon pintar ini tidak mengubah platform sebelumnya. Core softwarenya, termasuk core Java tidak ada yang berubah. Sistem operasi Android menggunakan Java sebagai jantungnya.

Dalam pemasarannya, sistem operasi Android berbeda dengan sistem operasi telepon pintar lainnya. Android diputuskan untuk bisa digunakan oleh siapapun tanpa harus membayar lisensi. Hal ini berbeda dengan pengembang lainnya seperti Microsoft yang menjual lisensi sistem operasi telepon pintarnya. Katanya, ini dikarenakan industri telepon genggam sangat sensitif terhadap harga. Selain itu juga untuk semakin memasyarakatkan sistem operasi Android. Dengan digratiskan, kemungkinan untuk banyak yang menggunakan akan semakin besar.

Akhirnya, lambat laun perkembangan sistem operasi Android menunjukkan peningkatan. Jika pada tahun 2010 hanya memiliki pangsa pasar 9% untuk wilayah Eropa dan Amerika Serikat, pada tahun 2012 pangsa pasarnya mencapai 70%. Sebuah pencapaian yang fastastis, dan meninggalkan pesaing-pesaingnya di ranah sistem operasi telepon pintar seperti iOS, Microsoft Windows Phone, Blackberry dan Symbian.

Mengenai target awal Android yang digunakan untuk mengoperasi kamera, ada beberapa perusahaan yang menggunakan Android di dalam kameranya. Samsung mengeluarkan Galaxy Camera, sebuah kamera yang ditanami sistem operasi Android. Sementara Nicon mengeluarkan kamera seri Coolpix S800c yang dilengkapi Android.

(Sumber tulisan: tech4mobile.info. Gambar: petapixel)

Hidup itu Berpasang-pasangan

“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” (Q.S. Yaasiin (36): 36)

Jika berbicara berpasang-pasangan, kadang ada orang berpikiran berpasang-pasangan itu seperti pasangannya suami istri, satu lawan satu. Seorang suami memiliki pasangan seorang istri. Sehingga ketika dihadapkan pada kenyataan bahwa makhluk Allah yang diciptakan dengan tidak memiliki jenis kelamin, menjadi bingung akan pasangannya mana dan seperti apa. Namun berdasarkan pada ayat di atas, semua yang diciptakan itu memiliki pasangannya masing-masing. Baik bisa diketahui dengan mudah ataupun harus melalui penelitian lebih lanjut.

Positif dan negatif

Positif dan negatif

Dengan melihat kenyataan bahwa Al-Quran sudah dijamin kebenaran dan keasliannya, maka tidak dapat disangkal lagi bahwa segala sesuatu itu berpasangan-pasangan. Berpasangan di sini bukanlah dalam bentuk jumlahnya satu lawan satu. Tapi lebih cenderung pada kondisi atau sifatnya yang berbeda atau berlawanan. Misalnya saja siang dan malam, benar dan salah, sedih dan senang, panas dan dingin, jantan dan betina.

Dan jika lebih teliti lagi, menurut penelitian, komponen penyusun sesuatu benda di dunia ini merupakan sesuatu yang berpasang-pasangan. Komponen penyusun sesuatu benda yang paling kecil yaitu atom. Di dalam atom ada komponen yang berpasangan yaitu elektron dan proton. Kedua komponen ini memiliki sifat yang berbeda, yang satu memiliki sifat negatif (bermuatan negatif) yaitu elektron dan yang satunya lagi (proton) memiki sifat positif (bermuatan positif).

Jadi, suatu benda tersusun dari komponen dasar yang berpasangan.

(Sumber gambar: http://www.blogspot.com/ sumber tulisan: http://ciburuan.wordpress.com/)